Sekilas Tentang Data Forgery

Data forgery adalah data pemalsuan atau dalam dunia cybercrime Data Forgery merupakan kejahatan dengan memalsukan data pada dokumen-dokumen penting yang tersimpan sebagai scripless document melalui internet. Kejahatan ini biasanya ditujukan pada dokumen-dokumen e- commerce dengan membuat seolah-olah terjadi “salah ketik” yang pada akhirnya akan menguntungkan pelaku karena korban akan memalsukan data pribadi dan nomor kartu kredit yang dapat saja disalahgunakan. Kejahatan jenis ini dilakukan dengan tujuan memalsukan data pada dokumen-dokumen penting yang ada di internet. Dokumen-dokumen ini biasanya dimiliki oleh institusi atau lembaga yang memiliki situs berbasis web database.

df.png

Contoh Kasus

Kasus Pemalsuan Identitas

Jumat 7 September 2012. Kepolisian Daerah Metro Jaya berhasil mengungkap penerima jasa pembuatan identitas palsu untuk pembukaan rekening bank. Juru bicara Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto mengaku, kasus ini berawal saat penyidik dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus unit Cyber Crime mendapati sebuah alamat website http://www.jualanrekening.org. Adapun Motif dibalik aksi pelaku adalah untuk menfasilitasi aksi kejahatan .Dan Pelaku dijerat dengan pasal 263 KUHP tentang pemalsuan dokumen.

Hukum Tentang Data Forgery Hukum yang berkaitan dengan Data Forgery

Sebagaimana dimuat dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, yaitu :

– Pasal 30 ayat 1 – 3 :

(1) Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum mengakses Komputer dan /atau Sistem Elektronik milik orang lain dengan cara apapun.

(2) Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum mengakses Komputer dan/ atau Sistem Elektronik dengan cara apapun dengan tujuan untuk memperoleh informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik.

(3) Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum mengakses Komputer dan/atau Sistem Elektronik dengan cara apapun dengan melanggar, menerobos, melampaui, atau menjebol sistem pengamanan.

– Pasal 46 ayat 1 – 3 :

(1) Setiap orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan /atau denda paling banyak Rp 600.000.000,00 (enam ratus juta rupiah).

(2) Setiap orang yang memenuhi unsur sebagimana dimaksud Pasal 30 ayat (2) dipidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 700.000.000,00 (tujuh ratus juta rupiah).

(3) Setiap orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 8 (delapan) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 800.000.000,00 (delapan ratus jutarupiah).

– Pasal 35 : Setiap orang dengan sengaja tanpa hak atau melawan hukum melakukan manipulasi, penciptaan, perubahan, penghilangan, pengrusakan Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik dengan tujuan agar Informasi Elektronik tersebut dianggap seolah-olah data yang otentik.

– Pasal 51 ayat 1 :

Setiap orang yang memenuhi unsur sebagaiman dimaksud dalam pasal 35 dipidana penjara paling lama 12 (dua belas) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 12.000.000.000,00 (dua belas miliar rupiah).

Sumber:

http://www.kompasiana.com/116b23.eptik.kelompok2/makalah-cybercrime-data-forgery-dan-cyber-espionage_555466d86523bd001e4af011

https://metro.tempo.co/read/news/2012/09/07/064428098/polisi-ungkap-jasa-pemalsuan-identitas-rekening

Advertisements